Diduga karena sudah tersulut emosi, penjelasan yang disampaikan Hatta tidak diterima warga yang terus berteriak.
Bahkan beberapa pendemo (laki-laki) menyampaikan kata-kata kotor dan kasar kepada pihak perusahaan (pak Hatta dan jajaran sekurity).
>> Misi Terselubung
Ditengah aksi warga, wartawan mendapat informasi menarik dibalik demo tersebut. Info tersebut terkait permintaan yang tidak terkabul.
Disebutkan sumber, jauh hari sebelumnya, diantara salah satu pendemo ada yang membangun komunikasi ke pihak perusahaan (PT.UG) untuk menjadi pemasok tenaga kerja. Selain itu, sumber juga mengatakan oknum tersebut juga ingin menjadi suplayer cangkang diluar ketentuan perusahaan.
“Dia itu ingin menjadi calo tenaga kerja ke UG. Dia juga ingin jadi suplayer cangkang. Tapi karena harganya tidak masuk, yang gak bisa dia jadi suplayer cangkang. Harga cangkang itu kan ada standart perusahaan, ya gak bisa suka-suka lah,” ujar sumber kepada sejumlah wartawan.
Masih menurut sumber, katanya, apabila kedua permintaan itu diterima pihak UG , oknum tersebut menjamin tidak akan ada lagi demo. “Katanya, kalau permintaan itu diterima, tidak ada lagi warga yang demo ke pabrik,” beber sumber tanpa menyebut identitas oknum yang dimaksud.
>> Perusahaan Berikan Bantuan
Informasi terbaru diterima dari orang dalam (perusahaan), bahwa selama ini ternyata PT UG rutin memberikan bantuan kepada warga yang berdomisili di sekitar pabrik, termasuk warga yang menggelar aksi.
“Selama ini perusahaan rutin memberikan bantuan tiap bulannya termasuk yang demo ini. Tapi belakangan mereka meminta lebih lagi,” ujar sumber lagi.
Bahkan menurut sumber lagi, warga yang berdemo tidak mau melibatkan aparat pemerintahan, mulai dari dusun, desa hingga ke kecamatan. (Mereka menuding semua pihak aparat kongkalikong dengan perusahaan. Padahal tuduhan mereka itu tidak ada bukti sama sekali,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, hingga sore hari sebagian kecil masyarakat masih tampak bertahan di depan herbang utama PT Universal Gloves. (rel)






