Ahmadi juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan inflasi di tingkat regional. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan UMKM sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menyampaikan bahwa strategi pengendalian inflasi di Kota Tanjungbalai dilakukan melalui keterjangkauan harga lewat operasi pasar murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga harian di pasar tradisional, koordinasi dengan Bulog, dan sidak pasar secara berkala. Kota Tanjungbalai juga terus melaksanakan program kerja TPID berdasarkan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah yang berpedoman pada strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi sistem keuangan daerah, termasuk penggunaan transaksi non-tunai dan optimalisasi platform digital, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pelayanan publik.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk kesepahaman bersama dan rencana aksi nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui sinergi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi keuangan daerah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pengukuhan WUBI Batch IV bagi pelaku UMKM kabupaten/kota di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, usai mereka menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan sejak Juli 2025. Acara ditutup dengan penanaman pohon sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi hijau.(Vin)






