Khoirul menambahkan bahwa sinergi Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota dalam kegiatan inklusi melibatkan tim percepatan akses keuangan daerah.
Namun ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini menimbulkan ancaman baru terhadap masyarakat.
Menurutnya, tiga isu yang perlu diwaspadai adalah investasi ilegal, pinjaman online (Pinjol), dan judi online (Judol).
Berdasar data OJK, tercatat 3.786 aduan secara nasional terkait investasi ilegal, dengan 176 laporan berasal dari Sumut. Sebanyak 1.813 investasi ilegal telah diblokir. Untuk pengaduan Pinjol, OJK mencatat 15.110 pengaduan secara nasional dan 573 pengaduan di Sumut, sementara 11.166 Pinjol ilegal telah diblokir.
Ia juga mengungkap data PPATK tahun 2024 yang menunjukkan total pemain judi online di Sumut mencapai 1,2 juta orang, terdiri dari 37,2% pelajar, 18,95% karyawan, dan 0,8% ASN, dengan total deposit mencapai Rp1,33 triliun.
“Untuk judi online berdasar data PPATK tahun 2024, di Sumut total pemainnya 1,2 juta orang yang terdiri dari 37,2% pelajar, 18,95% karyawan, dan 0,8% ASN. Total depositnya mencapai Rp1,33 triliun,” sebutnya.
Khoirul mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memberikan data pribadi serta tidak mudah tergiur penawaran yang tidak jelas.
“Kalau ada yang menelpon tidak dikenal atau ada yang menawarkan sesuatu, jangan diangkat atau perhatikan logis dan legalnya. Masyarakat bisa menelpon 157 atau datang ke kantor OJK,” pungkasnya.
Acara BIK bertema Pasar Keuangan Rakyat Medan 2025 dirangkai dengan Fun Walk yang dilepas oleh Wakil Gubernur Sumut Surya dan diikuti oleh seluruh perbankan, lembaga keuangan, dan jajaran OPD Sumut. (****)






