Buka Kegiatan Penguatan Inovasi Daerah, Wawako Tanjungbalai Dorong Pemanfaatan Potensi Hadapi Tantangan untuk Wujudkan Tanjungbalai EMAS

oleh
Buka Kegiatan Penguatan Inovasi Daerah, Wawako Tanjungbalai Dorong Pemanfaatan Potensi Hadapi Tantangan untuk Wujudkan Tanjungbalai EMAS. (Vin/Ist)

Ia juga memaparkan bahwa setiap tahun Kementerian Dalam Negeri melakukan penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID). Pada tahun 2024, Kota Tanjungbalai memperoleh nilai 34,28 dengan kategori kurang inovatif.

Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya pelaporan inovasi, keterbatasan anggaran, kurangnya SDM kompeten, budaya inovasi yang belum matang, serta sejumlah tantangan lainnya.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa beberapa langkah telah ditempuh untuk memperkuat inovasi daerah, antara lain pendampingan laboratorium inovasi oleh LAN RI, evaluasi triwulanan terhadap inovasi yang telah ditetapkan, pembentukan Klinik Inovasi, penyelenggaraan lomba inovasi tahunan, serta pendampingan penyusunan proposal inovasi pelayanan publik.

“Untuk meningkatkan predikat inovasi daerah, kita harus memaksakan diri untuk terus menciptakan inovasi dan secara konsisten melaporkan program inovasi kepada Kemendagri, serta memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Muhammad Fadly mengajak seluruh perangkat daerah untuk berkomitmen menciptakan inovasi yang mendukung terwujudnya Tanjungbalai EMAS. Ia berharap indeks inovasi Kota Tanjungbalai dapat meningkat dan masuk dalam kategori “inovatif” pada tahun berikutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Nurmalini Marpaung; Kepala Bapperida, Zul Abdiman; serta narasumber dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.(vin)