INALUM Buktikan Transparansi Lingkungan dan Perkuat Posisi Global dengan EPD Aluminium G1

oleh

Produksi 1 kg Aluminium Ingot G1 menghasilkan emisi upstream sekitar 7,83 kg CO₂-eq dan core process sekitar 3,75 kg CO₂-eq, dengan kontribusi terbesar berasal dari proses ekstraksi alumina dan bahan baku lainnya.

*Energi & Air:*

Energi non-terbarukan masih mendominasi, namun INALUM juga memanfaatkan PLTA Inalum sebagai sumber energi rendah emisi. Konsumsi air pada tahapan core process tercatat sebesar 0,43 m³/kg.

*Pengelolaan Limbah:*

INALUM menerapkan prinsip Polluter Pays dalam pengelolaan limbah B3, termasuk pemanfaatan kembali black dross sebagai bahan baku industri sekunder serta kerja sama dengan pihak ketiga berlisensi untuk proses daur ulang.

*Upaya Keberlanjutan yang Terintegrasi*

Selain menekan jejak lingkungan dari proses produksi, INALUM juga terus menjalankan program konservasi dan rehabilitasi yang berkelanjutan. Sejak tahun 2022 – 2024, perusahaan telah melakukan penanaman 114.250 bibit mangrove di area seluas 22,9 hektare di Kabupaten Batu Bara serta merehabilitasi ekosistem mangrove di Pantai Sejarah, yang berfungsi melindungi garis pantai sekaligus mendukung habitat burung migrasi dan endemik. Di saat yang sama, INALUM turut melakukan penanaman di Kawasan DTA Danau Toba sebanyak 515.000 pohon di area seluas 1.130 hektar yang bertujuan untuk membantu menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba yang dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Dengan penerbitan EPD ini, INALUM menegaskan posisinya sebagai pelopor industri aluminium primer di Indonesia yang mengedepankan akuntabilitas dan keberlanjutan. EPD memberikan gambaran komprehensif mengenai jejak lingkungan Aluminium Ingot G1 dengan cakupan cradle-to-gate, sekaligus menguatkan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional dan percepatan pembangunan ekonomi hijau Indonesia. (rel)