Ia juga mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan para adik adik mahasiswa berupa mengirimkan bantuan dalam bentuk donasi. “Terkait pengiriman donasi nanti akan dikordinasikan lebih lanjut dan segera,” sebut Wakil Wali Kota, Muhammad Fadly
“Sekarang di sana memang jalan terputus semua. Enggak bisa keluar, enggak bisa masuk. Harus jalan kaki dan otomatis kalau barang dari luar mau masuk enggak bisa. Bahan pangan, bahan pokok juga enggak bisa masuk ya. Harus bertahan dengan seadanya,” ujarnya.
“Meski kondisinya saat ini belum sepenuhnya stabil, kami berharap adik adik kami tetap bersabar, tetap kompak dan berkordinasi baik dengan mahasiswa lainnya. Kami berharap semoga semuanya kembali normal kembali. Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan memudahkan proses pemulihan pasca bencana ini,” pungkasnya
Sebelumnya, salah satu mahasiswa IMATAB mengungkapkan kesulitan akses komunikasi sejak terjadinya bencana banjir bandang di akhir November 2025 yang lalu. Tidak semua mahasiswa di Aceh langsung bisa menghubungi keluarganya sejak bencana terjadi.
“Sekarang di sana memang banyak jalan terputus. Enggak bisa keluar, enggak bisa masuk. Harus jalan kaki dan otomatis kalau barang dari luar mau masuk enggak bisa. Bahan pangan, bahan pokok juga enggak bisa masuk normal ya. Saat ini seluruh masyarakat termasuk mahasiswa IMATAB harus bertahan dengan seadanya,” ujarnya. (Vin)






