Bupati berharap kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu, melainkan juga diperluas kepada kaum pria dan terutama pemuda pemudi Islam. “Bukan hanya membaca, tapi pelan-pelan kita terjemahkan dan kita amalkan apa yang ada di kitab suci Al-Qur’an,” ujarnya, sekaligus menegaskan pentingnya kelangsungan kegiatan ini ke depannya.
Al-Ustadz, H Ikhwanuddin Nasution menyampaikan bahwa peristiwa ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Simalungun. Menurutnya, Al-Qur’an sebagai kitab suci yang mulia merupakan sumber ilmu dan petunjuk, namun seringkali hanya menjadi hiasan di rumah-rumah muslim.
Oleh karena itu, Ikhwanuddin mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya membaca, melainkan juga mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Setelah rangkaian sambutan dan khutbah, acara dilanjutkan dengan kegiatan berbuka bersama, diikuti oleh sholat Maghrib berjamaah, dan ditutup dengan makan bersama seluruh peserta.(rel)






