Wali Kota Mahyaruddin Salim Sampaikan Strategi dan Inovasi Penurunan TPT di Kota Tanjungbalai, Capai 3,81 Persen Tahun 2025

oleh
Wali Kota Mahyaruddin Salim Sampaikan Strategi dan Inovasi Penurunan TPT di Kota Tanjungbalai, Capai 3,81 Persen Tahun 2025. (Vin)

Tanjungbalai  (medanbicara.com) – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Tanjungbalai tahun 2025 tercatat sebesar 3,81 persen, angka itu turun dibandingkan TPT sebelumnya di tahun 2024 sebesar 4,08 persen

“Meski TPT itu berada sedikit di atas rata-rata provinsi dan nasional 4,74 persen, namun tren penurunan yang terjadi menunjukkan arah yang positif dan konsisten yang cukup signifikan,” katanya saat mengikuti dan menyampaikan paparan strategi penurunan pengangguran terbuka di hadapan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui zoom meeting dalam agenda penilaian presentasi kepala daerah dalam rangka apresiasi kinerja pemerintah daerah dimensi penurunan tingkat pengangguran di Kota Tanjungbalai, bertempat di Command Center Dinas Kominfo, Rabu (1/4/2026)

“Capaian tingkat pengangguran terbuka dari tahun 2020-2025 di KotaTanjungbalai terus mengalami penurunan hal ini dapat dilihat, pada tahun 2020 (6,75%), tahun 2021 (6,59%), tahun 2022 (4,62%), tahun 2023 (4,47%), tahun 2024 (4,08%) dan tahun 2025 tingkat pengangguran terbuka di Kota Tanjungbalai turun menjadi 3,81%,” Sebut Wali Kota

Wali Kota Mahyaruddin menyampaikan, Kota Tanjungbalai pada semester ke-2 memiliki jumlah penduduk 190.135 jiwa dan jumlah angkatan kerja sebesar 99.593 jiwa dan tingkat partisipasi kerja 73 02% dikenal bukan sebagai kota industri, sebagian besar bergerak pada sektor Jasa dan perdagangan sehingga dalam mengatasi pengangguran fokus kepada pengaduan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang memerlukan penanganan terarah dan terintegrasi.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Tanjungbalai menetapkan isu pengangguran sebagai prioritas strategis dalam RPJMD 2025–2029, dengan fokus pada perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas tenaga kerja, pelatihan Kerja dan pemagangan, jelas Wali Kota

Jelas Wali Kota lagi, sejumlah langkah konkret yang dilakukan antara lain revitalisasi sektor Jasa dan perdagangan, penguatan UMKM melalui pelatihan, bantuan peralatan dan akses pasar, serta perluasan program magang dan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja, khususnya lulusan SMK.

Untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Tanjungbalai, Wali Kota menjelaskan sejumlah strategi yang dilakukan dengan melaksanakan MOU dengan Balai besar pelatihan vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Medan, membangun kerjasama pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi dengan Baznas Tanjungbalai, Pelaksanaan JobFair/Bursa Kerja Ketenagakerjaan, Pelaksanaan Link and Match (kolaborasi dengan 6 SMK di Kota Tanjungbalai), menyediakan lahan peruntukan kawasan industri bagi calon investor dan penanganan sedimentasi sungai asahan dan sungai silau

Lebih lanjut Wali Kota menyampaikan, untuk tahun 2025 Pemko Tanjungbalai telah bekerjasama dengan beberapa LPKS seperti Swadaya Training Center, Mandiri Kursus, Vijaya Learning Center, Papindo Education Center, Royal Skill Training, Melda Salon Training Center dan Sumi Garmen dengan total tenaga kerja yang dipakai 1.180 orang