Di setiap lokasi yang disinggahi, rombongan disambut dengan hangat oleh para Juru Kunci, yang merupakan keturunan langsung dan pewaris nilai-nilai luhur para raja. Prosesi adat Simalungun dilaksanakan dengan sangat tertib dan penuh hormat, dipandu langsung oleh Djapaten Purba selaku pemangku adat dan cendekiawan Simalungun.
Rangkaian upacara diawali dengan ritual Maranggir dan Mamuhun, yang merupakan doa dan permohonan restu, diakhiri dengan simbolisasi tabur bunga. Secara tradisi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai bentuk “mengundang” para para ahli waris agar turut hadir, meridhai, dan memberkati perayaan Hari Jadi Kabupaten Simalungun yang akan segera dilaksanakan.
Ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan jembatan penghubung antara masa lalu dan masa kini. Melalui kegiatan ini, Pemkab Simalungun ingin mempererat ikatan spiritual dan budaya, serta meneladani kearifan lokal yang telah diwariskan.
Diharapkan, semangat kebersamaan, nilai-nilai luhur budaya, dan kearifan para pendiri negeri ini dapat terus terjaga. Semua itu dijadikan landasan yang kokoh untuk terus membangun Kabupaten Simalungun menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat.(rel)






