SIMALUNGUN (medanbicara.com) – Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Masjid Asy Syuhada Korem 022/PT, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kamis (16/04/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar acara tepung tawar kepada 104 jamaah calon haji (calhaj) musim haji 1447 H/2026 M.
Acara sakral ini dipimpin langsung oleh Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, didampingi unsur Forkopimda dan jajaran pejabat lingkungan Pemkab Simalungun. Diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qori Ibnu Arifin, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Simalungun, H. Ki Dardjat Purba.
Dalam laporannya, perwakilan Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Simalungun, Ghozali Nasution, menyebutkan bahwa total 104 jamaah tersebut terdiri dari 100 jamaah calon haji dan 4 orang petugas penyelenggara. Keempat petugas tersebut meliputi Ketua Kloter, Riswansyah Hasibuan, Pembimbing Ibadah Haji, Sumarno, serta Petugas Kesehatan dr. Nila Khairani Saragih dan dr. Dewi Surya.
Dari data yang disampaikan, jamaah laki-laki tertua berusia 80 tahun atas nama Rahman Redjo Setiko dan termuda berusia 23 tahun, Derian Reditya Nugaraha. Sementara jamaah wanita tertua berusia 82 tahun, Kaminah Damanik, dan termuda berusia 25 tahun, Alma Dhea Arum Sari.
Rencananya, keberangkatan jamaah dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter). Kloter 3 masuk asrama haji 23 April 2026 (1 orang), Kloter 9 masuk asrama 30 April 2026 (7 orang), Kloter 11 tanggal 3 Mei 2026 (2 orang), dan Kloter terbesar yaitu Kloter 14 masuk asrama 6 Mei 2026 dengan jumlah 90 jamaah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simalungun, H. Bahrum Saleh, dalam arahannya meminta agar petugas bekerja sama dengan baik dan tidak bekerja sendiri, sementara jamaah diharapkan mentaati semua aturan, menjaga kesehatan, dan tidak lupa mendoakan kemajuan daerah. “Semoga menjadi haji dan hajjah yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Kasdim 0207/Sml Mayor Inf Prawoto mewakili Danrem 022/PT menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan ritual, melainkan perjalanan rohani yang sarat dengan keimanan, pengorbanan, keikhlasan, dan kesabaran.






