Kehadiran rombongan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi data serta kesiapan teknis daerah dalam menjalankan instruksi pusat terkait penanganan dampak cuaca ekstrem.
Merespons arahan Menteri Pertanian, Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan sejumlah usulan teknis yang difokuskan pada tiga hal utama: penguatan infrastruktur pengairan, peningkatan mekanisasi pertanian, dan rencana pembukaan lahan baru.
Untuk sektor pengairan, Pemkab Simalungun mengajukan dukungan pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta pemeliharaan jaringan irigasi tersier. Sementara itu, untuk mendukung efisiensi kerja, diusulkan pula penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa Traktor Roda 4 dan Hand Traktor.
Dukungan alsintan ini dinilai sangat krusial untuk mempercepat proses pengolahan lahan agar masa tanam dapat dilakukan secara efektif sebelum puncak musim kemarau tiba.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Simalungun juga mengajukan rencana kegiatan cetak sawah baru pada lokasi yang telah diverifikasi memenuhi syarat teknis. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memperluas areal produksi, sehingga target swasembada pangan tetap dapat tercapai, meskipun dihadapkan pada tantangan perubahan iklim dan potensi kekeringan yang cukup besar tahun ini.(rel)






