Rico Waas Tekankan Pelayanan dan Ruang Aspirasi Buruh pada May Day

oleh

“Kami terus berkomunikasi dari waktu ke waktu, termasuk dalam pembahasan dewan pengupahan dan UMK. Semua kita akomodasi melalui komunikasi terbuka,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan buruh sebagai bagian penting dari pembangunan.

“Buruh adalah elemen penting dalam pembangunan ekonomi. Kita saling membutuhkan, sehingga harus saling merangkul agar pembangunan ke depan semakin baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemko Medan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di D’Heritage Grand City Hall yang dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam rapat tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan sekitar 1.200 peserta aksi dari 41 serikat pekerja telah terkonfirmasi, dengan estimasi total massa mencapai 2.500 orang. Massa direncanakan berkumpul di sejumlah titik seperti Masjid Raya dan Istana Maimun sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan.

Untuk mengantisipasi gangguan ketertiban dan kemacetan, kepolisian menyiapkan pengamanan serta rekayasa lalu lintas di 38 titik zona merah dan 18 titik zona kuning. Selain itu, langkah preemtif juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan serikat buruh, termasuk memfasilitasi rencana audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara.

Kesimpulan rapat yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Medan M. Sofyan selaku moderator menyebutkan, pengawalan May Day akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif, menempatkan dialog sebagai prioritas, serta memastikan ruang aspirasi buruh tetap terbuka dalam suasana tertib, dengan dukungan langkah teknis terukur guna menjaga kondusivitas Medan.(rel)