“Kondisinya sudah sangat parah. Ini bukan sekadar urusan aspal, ini akses masa depan anak-anak kita. Saya tidak mau mereka bertaruh nyawa hanya untuk berangkat sekolah. Bulan ini juga, Gang Musala dan Jalan Takenaka harus dibeton!” tegas Rico di hadapan warga.
Keputusan untuk melakukan pembetonan permanen diambil bukan tanpa alasan. Rico Waas menekankan bahwa infrastruktur di gang-gang sempit dan akses sekolah harus memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan beban kendaraan agar APBD yang digunakan benar-benar dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
​Bagi masyarakat sendiri, gerak cepat (gercep) sang Wali Kota adalah jawaban atas doa mereka selama bertahun-tahun. Kepemimpinan Rico Waas kali ini membuktikan bahwa birokrasi di bawah arahannya tidak lagi sekadar mencatat laporan, tapi langsung mengeksekusi solusi di lapangan.(rel)






