Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Bupati mengingatkan bahwa banyak pengaruh buruk yang mengancam generasi muda, mulai dari peredaran narkoba hingga dampak negatif kemajuan teknologi dan gadget. Oleh karena itu MTQ menjadi sangat strategis fungsinya sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi mampu menularkan nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia kepada lingkungan masyarakat sekitarnya,” pesan Bupati.
Salah satu momen yang paling ditunggu dan menjadi kejutan istimewa pada malam penutupan ini adalah pengumuman hadiah utama. Sesuai janji yang telah disampaikan saat pembukaan, Bupati menegaskan bahwa tiga pemenang terbaik dalam kategori tertentu akan mendapatkan hadiah istimewa berangkat ibadah Umroh ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menambahkan pesan penting bahwa ketentraman dan persatuan harus senantiasa dijaga bersama, karena hal itu menjadi modal utama bagi kemajuan perekonomian daerah.
Puncak acara penutupan berlanjut dengan pembacaan hasil keputusan dewan hakim yang disampaikan oleh Ketua Dewan Hakim, H. Muhammad Nurdin Panjaitan. Hasil keputusan tersebut menetapkan Kecamatan Bosar Maligas kembali keluar sebagai Juara Umum MTQ Ke-52 Kabupaten Simalungun, menegakkan dominasi mereka untuk keempat kalinya berturut-turut.
Hadiah Umroh yang telah dijanjikan pun diserahkan langsung oleh Bupati kepada tiga pemenang yaitu 1) Danish Arkana Sandhi (Utusan Kecamatan Bandar Masilam); pemenang cabang Tahfidz 10 Juz. 2) Satria Amal Samosir (Utusan Kecamatan Bosar Maligas); pemenang cabang Mujawwad Dewasa Putra;
3) Rafika Nurrahmah (Utusan Kecamatan Hatonduhan), pemenang cabang Mujawwad Remaja Putri.
Selain juara umum, dewan hakim juga mengumumkan daftar 11 kecamatan dengan perolehan nilai terbaik, secara berurutan, yaitu: Bosar Maligas, Siantar, Panei, Bandar dan Jawa Maraja Bah Jambi, Hatonduhan, Tanah Jawa, Sidamanik dan Gunung Maligas, Tapian Dolok, Huta Bayu Raja, Dolok Batu Nanggar, dan terakhir Gunung Malela.
Dengan berakhirnya MTQ Ke-52 ini, harapan besar ditujukan kepada peserta agar tetap semangat mempelajari, membaca, dan mengamalkan Al-Qur’an terus dilakukan sehingga gaungnya terus menyala di setiap nagori dan kecamatan, sehingga dapat melahirkan generasi Simalungun yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh imannya dan bermartabat luhur.(rel)






