Selanjutnya Rico Waas juga mengajak para peserta Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Medan menjadikan filosofi tunas dan pohon kelapa pada lambang Pramuka sebagai pedoman hidup. Tunas kelapa melambangkan harapan agar setiap anggota Pramuka menjadi individu yang berguna. Pohon kelapa, lanjut Rico Waas melambangkan pribadi yang kuat, mampu beradaptasi, memiliki cita-cita tinggi, berprinsip kuat, dan bermanfaat bagi sesama.
Selain itu, ia mengingatkan para generasi muda agar menjauhi berbagai hal negatif seperti narkoba dan judi online yang dinilai dapat merusak masa depan.
“Pramuka ini adalah bentengnya. Jagalah diri dengan kedisiplinan dan niat yang baik. Jangan tergoda pada hal-hal negatif seperti narkoba dan judi online,” tegas Rico Waas.
Sebelumnya Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Medan, Muhammad Rasyid Ridho, dalam sambutannya menyampaikan Jambore Cabang Kota Medan yang mengusung tema “Bergerak dalam Sinergi, Bersama dalam Kontribusi” membawa pesan mendalam tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Menurut Rasyid Ridho, Pramuka Kota Medan tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus bersinergi antara Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, GugDepan, Pemerintah Kota, sekolah, dan orang tua. Hanya dengan sinergi, setiap kontribusi kecil dari kita a menjadi karya besar untuk Kota Medan,” ujar Ridho.
Dijelaskan Ridho, Kwarcab Kota Medan juga berkomitmen menjadikan program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 sebagai kompas gerakan. Dirinya menyebutkan bahwa tujuh dari delapan poin Asta Cita sebenarnya sudah selaras dan terkandung di dalam Dasa Darma Pramuka.
Lanjut Ridho, komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program konkret di tingkat akar rumput, seperti Pendidikan bela negara dan upacara bendera, Penerapan teknologi tepat guna dan Pramuka Inovatif, Aksi sosial melalui Pramuka Peduli Stunting dan Pengembangan kapasitas lewat Pramuka Literasi dan Pramuka Wirausaha.
“Pramuka Kota Medan bukan penonton. Kita adalah pasukan terdepan yang mengawal Asta Cita sampai ke tingkat gugus depan dan sekolah,” tegas Ridho.
Sementara itu Ketua Panitia Zulfahri Ahmadi, melaporkan Jambore Cabang Kota Medan yang berlangsung dari tanggal 28-31 Mei 2026 ini diikuti peserta yang mencapai 927 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 797 anggota Pramuka Penggalang yang merupakan utusan dari seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kota Medan, didampingi oleh 98 orang pembina, serta 34 orang Pimpinan Kontingen (Pinkon).
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan, mengasah kreativitas, sportivitas, serta membentuk karakter adik-adik Penggalang Kota Medan agar menjadi pribadi yang berjiwa Pancasila dan memiliki semangat Pramuka sesuai slogan ‘Medan untuk Semua’,” ujarnya.
Selanjutnya dalam pembukaan Jambore Cabang Kota Medan ini, Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin Rico Waas dianugerahi sebagai Bunda Siaga Pramuka yang ditandai dengan penyematan kain selempang bertulisan Bunda Siaga. Penganugerahan ini sebagai bentuk terima kasih atas kepedulian Airin Rico Waas terhadap gerakan Pramuka di Kota Medan.(rel)






