Pemkab Percepat Pemanfaatan Pasar Relokasi Serbalawan untuk Pemulihan Ekonomi Pedagang Pascakebakaran

oleh

SIMAUUNGUN (medanbicara.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus berupaya mempercepat pemulihan aktivitas perekonomian masyarakat pasca kebakaran Pasar Inpres Serbalawan melalui optimalisasi pemanfaatan lokasi relokasi sementara bagi para pedagang terdampak.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, Pemerintah Kecamatan Dolok Batu Nanggar kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para pedagang korban kebakaran dan sejumlah pemangku kepentingan di Ruang Harungguan Kantor Camat Dolok Batu Nanggar, Sumatera Utara, Senin (6/7/2026).

Rakor tersebut dilaksanakan dalam rangka percepatan pemanfaatan bangunan relokasi yang telah dibangun Pemkab Simalungun bagi para pedagang yang terdampak kebakaran Pasar Inpres Serbalawan pada 18 Agustus 2025 lalu.

Rapat dipimpin langsung oleh Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, SE, dan dihadiri oleh Kapolsek Dolok Batu Nanggar IPTU Rido Valentino Pakpahan, perwakilan Koramil, Lurah Serbalawan, perwakilan pedagang korban kebakaran, serta pengurus APPSI Kabupaten Simalungun yang diwakili oleh Darma Saragih.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Dolok Batu Nanggar menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi secara bertahap dan berkelanjutan.

“Atas arahan Bapak Bupati Simalungun, Pemerintah Kecamatan berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para pedagang agar proses relokasi dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap pemulihan usaha masyarakat, biaya pemakaian listrik selama tiga bulan pertama akan ditanggung oleh Pemerintah Kecamatan.

Dukungan terhadap percepatan pemulihan ekonomi pedagang juga disampaikan oleh Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Simalungun. Mewakili organisasi tersebut, Darma Saragih menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung keamanan dan kenyamanan kawasan relokasi.

“Kami akan menempatkan petugas keamanan selama 24 jam, baik siang maupun malam, guna memastikan para pedagang dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas perdagangan dengan aman dan nyaman,” ungkap Darma.

Sementara itu, salah seorang perwakilan pedagang korban kebakaran, M. Sazilli Bakkah, menyampaikan bahwa hingga saat ini sebagian pedagang masih mengalami kendala untuk kembali berjualan.

“Modal usaha kami telah habis karena seluruh barang dagangan terbakar. Selain itu, kondisi bangunan relokasi masih memerlukan beberapa penyesuaian, terutama terkait sirkulasi udara dan tata letak kios. Jika kami harus melakukan perbaikan secara mandiri, tentu membutuhkan tambahan modal,” jelasnya.