Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya longsor susulan beberapa kali, sehingga merubah cakupan pekerjaan yang semula direncanakan: konstruksi Tembok Penahan Tanah yang awalnya 30 meter kini diperpanjang menjadi 39 meter, sedangkan pekerjaan Box Culvert ditambah dari 9 meter menjadi 21 meter.
Selain itu, akses menuju lokasi yang terbatas menyulitkan distribusi material bangunan dan menyebabkan keterlambatan pasokan, sementara ketersediaan bahan di sekitar lokasi juga sangat terbatas.
Area pekerjaan yang sempit serta tidak adanya jalur alternatif membuat aktivitas warga yang mengangkut hasil pertanian dan perkebunan sering kali beririsan dengan pelaksanaan perbaikan.
“Akibat longsor susulan terjadi penambahan volume pekerjaan, waktu pelaksanaan kini diperpanjang dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026,” pungkas Oliver.
Pemerintah Kabupaten Simalungun terus memantau perkembangan di lapangan dan berkomitmen mengerahkan segala upaya agar perbaikan dapat berjalan secepat mungkin demi mengembalikan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(rel)






