“Ada yang berangkat sejak pukul 06.00 pagi karena harus berjalan kaki dari rumah menuju sekolah,” ujar Teti.
Kondisi itu dirasakan langsung oleh salah seorang siswa kelas IX, Electra Stefani Harefa. Ia mengaku belum pernah merasakan belajar di gedung sekolah permanen sejak pertama kali masuk sekolah pada 2024.
Menurut Electra, suasana belajar sering terganggu ketika musim hujan karena lingkungan sekolah menjadi becek dan banyak nyamuk masuk ke ruang kelas.
“Kami kurang nyaman saat musim hujan karena lingkungan sekolah becek dan banyak nyamuk yang mengganggu saat belajar,” katanya.
Karena itu, Electra mengaku bahagia setelah mengetahui sekolahnya akan segera memiliki gedung permanen.
“Bapak Gubernur, terima kasih atas perhatian Bapak di sekolah kami ini. Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Sumatera Utara,” ujarnya.
Teti menambahkan, selain pembangunan gedung sekolah, pihaknya masih membutuhkan laboratorium, perpustakaan, akses internet, perangkat komputer dan laptop untuk mendukung proses pembelajaran.
Ia juga berharap pemerintah dapat membantu pembangunan akses jalan menuju sekolah yang hingga kini masih menjadi kendala bagi siswa.
“Kami berharap ke depan ada bantuan laboratorium, perpustakaan dan akses jalan. Karena anak-anak di sini banyak yang berjalan kaki cukup jauh setiap hari,” katanya.
Pembangunan yang dibiayai melalui BKP Sumut tersebut meliputi tiga ruang kelas lengkap dengan perabotannya, ruang administrasi yang terdiri atas ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha dan ruang tamu, serta fasilitas sanitasi berupa toilet laki-laki, perempuan dan toilet difabel.
Dalam kunjungan itu, Bobby juga menyapa siswa di setiap ruang kelas serta meninjau langsung progres pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman Nias Utara.(rel)






