Kolaborasi dengan para mitra global tersebut menjadi bagian dari langkah INALUM memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pengembangan pasar bagi produk aluminium perusahaan. Kerja sama ini juga menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi produk aluminium Indonesia untuk masuk dan berkembang di pasar global yang semakin memberikan perhatian besar terhadap aspek keberlanjutan.
Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok, Jevi Amri menambahkan, Sertifikasi Low Carbon Aluminium juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membaca perubahan kebutuhan pelanggan dan memperkuat posisi produk INALUM di pasar global.
“Bagi kami, Low Carbon Alumunium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global,” tutur Jevi.
INALUM selama ini memanfaatkan energi listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburannya. Karakteristik tersebut memberikan fondasi bagi perusahaan untuk mengembangkan produk aluminium dengan jejak karbon lebih rendah dibandingkan produksi aluminium yang bergantung pada sumber listrik berbasis energi fosil.
Peluncuran Low Carbon Aluminium bersamaan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 juga menjadi bagian dari upaya INALUM memperkenalkan kapabilitas industri aluminium Indonesia secara lebih luas kepada pelaku industri, trader, pelanggan, serta mitra strategis internasional.
Melalui penguatan produk rendah emisi karbon dan kolaborasi dengan mitra global, INALUM terus mendorong aluminium Indonesia memiliki daya saing yang semakin kuat sekaligus mengambil bagian dalam perkembangan industri aluminium dunia yang bergerak menuju rantai pasok yang lebih berkelanjutan. (rel)






