Bobby Nasution Siapkan Terobosan Pembiayaan Infrastruktur Nelayan Nias Selatan

oleh

Bobby juga menegaskan, program pembangunan fisik seperti Kampung Nelayan Merah Putih yang dicanangkan Presiden di Telukdalam dan Pulau Telo perlu dikawal dengan berbagai program penyangga. Hal tersebut penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.

“Pembangunan satu program tidak bisa berdiri sendiri tanpa program penyangga. Cita-cita Bapak Presiden bukan hanya membangun fisiknya, tetapi nelayan benar-benar mendapatkan manfaatnya secara berkesinambungan,” tutur Bobby.

Menanggapi keinginan masyarakat agar Gubernur hadir langsung di Pulau Telo, Bobby menyambut baik aspirasi tersebut. Namun, ia meminta kesiapan data dan program bantuan dimatangkan terlebih dahulu agar kunjungannya nantinya sekaligus membawa solusi konkret bagi masyarakat.

“Saya ke sana programnya harus jelas dulu. Supaya pas saya datang, kita tidak hanya bawa janji, tapi membawa program dan solusi nyata untuk nelayan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Nias Selatan Sokhiatulö Laia memaparkan bahwa wilayahnya memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar, mulai dari hasil tangkapan ikan, rumput laut, kerang, hingga ratusan ribu bibit lobster. Kawasan kepulauan Nias Selatan juga memiliki 53 titik ombak yang potensial untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Namun, potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan fasilitas dan alat tangkap. Sebagian besar dari 7.116 nelayan di wilayah Teluk bahkan masih melaut menggunakan sampan dayung.

Sokhiatulö juga menyoroti belum tersedianya akses pasar yang memadai bagi hasil produksi masyarakat. Salah satu contohnya, sekitar 60 ton rumput laut tidak dipanen pada bulan lalu karena tidak adanya pembeli. (rel)