Mengusung tema “Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement”, TIS 2026 memperluas cakupan kompetisi dari dua menjadi empat kategori, yakni Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta HSE & ESG.
Dari 119 karya inovasi yang mengikuti penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya HSE & ESG. Perluasan kategori ini membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi karyawan dari berbagai fungsi perusahaan untuk menghadirkan solusi sesuai kebutuhan operasional maupun bisnis.
Penyelenggaraan TIS 2026 turut melibatkan anak Perusahaan INALUM yakni insan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA). Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui TIS Goes to Borneo, yang menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, di Mempawah, Kalimantan Barat.
Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi, sementara delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 yang berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, TIS menunjukkan peningkatan partisipasi secara konsisten. Pada tahun pertamanya, tercatat 6 karya dari 9 inovator. Jumlah tersebut terus meningkat hingga mencapai 119 karya dari 273 inovator pada 2026, sekaligus menjadi capaian tertinggi selama penyelenggaraan.
Sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, INALUM terus mendorong pengembangan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dalam proses produksi maupun pengelolaan bisnis perusahaan. Melalui penguatan budaya perbaikan berkelanjutan, INALUM berupaya meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri aluminium nasional.(rel)






