Keempat, optimalisasi layanan dan ekosistem keuangan syariah, termasuk peluang kerja sama pengelolaan transaksi keuangan, digitalisasi layanan pembayaran, serta pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap audiensi ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak. Sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Tanjungbalai yang semakin sejahtera dan memiliki pemahaman lebih baik mengenai keuangan syariah,” ujar Fadli Azmi.
Sementara itu, Wali Kota Mahyaruddin Salim menyambut positif berbagai program dan tawaran dukungan kerja sama yang disampaikan jajaran BSI KCP Tanjungbalai.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan sangat diperlukan untuk membuka peluang pengembangan ekonomi, memperluas akses layanan keuangan, serta membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya.
Mahyaruddin juga menekankan pentingnya koordinasi dan kesiapan seluruh pihak agar setiap rencana kerja sama dapat ditindaklanjuti dengan baik dan memberikan manfaat nyata.
Pemko Tanjungbalai berharap kolaborasi dengan BSI dapat terus diperkuat, sehingga layanan perbankan syariah semakin mudah diakses masyarakat serta mampu mendukung pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan kehadiran BSI tidak hanya memperluas layanan keuangan, tetapi juga menjadi salah satu mitra strategis dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tanjungbalai. (vin)






