3 Pelajar SD Tewas Tenggelam Dikolam Bekas Korekan

Deli Serdang (medanbicara.com) – Tiga pelajar SD yang tenggelam di kolam bekas korekan beko Perumahan Granit di Dusun 3, Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (23/4/2022) sekira pukul 14.30 wib, akhirnya ditemukan pada Minggu (24/4/2022) sekira pukul 07.30 wib.

Ketiga korban yang ditemukan tak bernyawa itu adalah Muhammad Fauzan alias Fauzan (10), Ahmad Fauzi alias Fauzi (10), keduanya warga Dusun VI Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Jasad Abang beradik (kembar) ini ditemukan di depan Perum Rorinata Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa, dan Rido Alfarizi alias Alif (12) warga Dusun VI Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang juga ditemukan di depan Perum Rorinata Desa Bandar Labuhan.

Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Firdaus Kemit SH didampingi Kanit Reskrim Iptu O.J Samosir SH ketika dikonfirmasi Minggu (24/4/2022) siang, menyebutkan jika ketiga korban ditemukan meninggal dunia.

Dijelaskan, dari keterangan saksi-saksi, 

Pada Sabtu (23/4/3022) tgl 23 April 2022, sekira pukul 14.30 wib, ketiga anak tersebut di ketahui oleh Arya (17) bahwa sedang mancing di seputaran bendungan tali air yang berada di Dusun III Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa, yang mana pada saat itu ketiga anak tersebut di antarkan oleh Arya dengan menggunakan becak bermotor ke depan pintu Granit Indah 

Selanjutnya Arya tidak mengetahui kemana ketiga anak tersebut setelah di antara ke pintu Granit Indah Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang. Kemudian dilakukan pencaharian terhadap ke tiga korban. Pada Minggu (24/4/2022) sekira pukul 07.30 wib, di kolam bekas korekan beko Perumahan Granit di Dusun III Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, di temukan pertama sekali 2 korban bernama Muhammad Fauzan alias Fauzan dan Ahmad Fauzi als Fauzi ( abang beradik/kembar), dalam keadaan telah meninggal dunia 

Kemudian sekira pukul 09.00 wib, ditemukan korban Rido Alfarizi alias Alif di lokasi yang sama dalam keadaan telah meninggal dunia. Selanjutnya para korban dibawa kerumah dan orangtua korban keberatan di lakukan autopsi dan tidak bersedia di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi maupun pemeriksaan luar

Dari hasil penyelidikan dan interogasi saksi saksi, bahwa ke tiga korban datang kelokasi tersebut untuk memancing ikan dan sebelumnya korban telah dilarang oleh masyarakat setempat agar tidak memancing di aliran sungai Bandar Labuhan oleh karena sudah mau buka puasa, namun saat itu korban pergi dari aliran sungai tersebut dan ternyata bukan pulang ke rumah namun pergi ke kolam bekas korekan beko Perumahan Granit untuk memancing ikan, yang jaraknya dari lokasi aliran sungai Bandar Labuhan ke kolam bekas korekan beko perumahan granit kira – kira  500 meter. Dan dari lokasi korban ditemukan, petugas menemukan alat pancing yang dipakai oleh korban. “Pada tubuh korban tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan, dan terhadap korban di anjurkan untuk diotopsi namun keluarga korban keberatan dilakukan autopsi,” sebut Kapolsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang AKP Firdaus Kemit SH. (man)

Mungkin Anda juga menyukai