Laporan Pengancaman dan Penganiayaan, Istri BS Tak Hadiri Panggilan Penyidik

DELISERDANG (medanbicara.com)- E boru Sinabariba istri BS tak hadiri panggilan penyidik Sat Reskrim Polresta Deli Serdang. Warga Jalan Tomuan Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang itu, dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan, Selasa (26/11/2019) lalu.

E boru Sinabariba dipanggil sebagai saksi dalam laporan pengaduan korban Doni Parhusip (27), warga Kampung Baru Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang yang melaporkan BS (52) dalam kasus pengancaman dan penganiayaan sesuai laporan pengaduan nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, AKP Raffles Langgak Putra SIk ketika dikonformasi via whatsapp, Kamis (28/11/2019) siang membenarkan jika E boru Sinabariba tidak datang saat dipanggil penyidik.

“Nanti kita panggil lagi, kalau soal alasan ketidakhadiran E boru Sinabariba, saya tidak tahu,” sebut perwira jebolan Akpol berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu.

Sekadar diketahui, korban Doni Parhusip melaporkan BS alias Oppung ke Polres Deli Serdang berawal ketika Doni Parhusip dengan BS kerjasama bisnis togel. Doni Parhusip diminta BS mengarahkan para juru tulis togel untuk menyetor omzet penjualan kepada BS alias Oppung dengan perjanjian BS memberikan komisi 27 persen kepada Doni Parhusip dan terserah Doni Parhusip mau memberikan komisi kepada jurtul. Hitungan persenan pun dilakukan sekali dalam sepekan. Selain persenan omzet, Doni Parhusip akan diberikan persenan jika bandar menang.

Selanjutnya Doni Parhusip mencari para jurtul dan memberikan komisi 20 persen dari omzet kepada jurtul. Para jurtul togel yang direkrut Doni Parhusip pun menyetor kepada BS.

“Total omzet dari jurtul ku berkisar Rp40 juta,” sebutnya.

Sesuai perjanjian, Doni Parhusip meminta persenan dari omzet yang disetorkan jurtulnya kepada BS. Namun istri BS menyatakan kepada Doni Parhusip agar mengambil persenan omzet pekan depannya saja. Mendengar hal itu Doni Parhusip menjawab jika dia, isteri dan anaknya perlu juga makan dan meminta uang Rp5 juta dulu. Mendengar ucapan Doni Parhusip itu BS memberikannya dan menyatakan agar Doni Parhusip berurusan dengannya saja.

Pekan berikutnya, Doni Parhusip kembali meminta persenan dari omzet tapi istri BS menyatakan jika persenan Doni Parhusip sudah tidak ada lagi. Mendengar hal itu, BS menengahinya dan menyatakan kepada Doni Parhusip agar tidak mengungkit itu lagi dan jangan ribut. BS menyatakan agar Doni Parhusip berhubungan dengannya saja.

“Kalau ku hitung jumlah persenan dari omzet dan komisi dari kemenangan sudah berkisar Rp 20 juta,” ujar Doni Parhusip.

Karena hitungan persenan dari omzet seperti yang dijanjikan tidak jelas, maka Doni Parhusip beralih dan menyetor omzet ke bandar togel lain yang sekarang sudah tutup. Beralihnya Doni Parhusip ke bandar judi togel lain mengakibatkan omzet BS menurun sehingga BS bersama istrinya dan dua orang lainnya mendatangi Doni Parhusip ke rumahnya.

“Saat itu aku terjatuh didorong BS, HP juga jatuh dan diambil istri BS. Lalu aku mendatangi BS ke rumahnya namun aku diancam dengan pisau pada bagian leher ku,” sebut Doni Parhusip. (man)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai