Alamak! 1 Pelaku Begal di Sergai Ternyata Baru Bebas dan Masih Asimilasi, Namanya Nama Pahlawan, Ini Pengakuannya…

Kedua tersangka saat diamankan. (ist/yung)

SERGAI (medanbicara.com)-1 dari empat komplotan begal naik mobil yang beraksi, di Dusun 7 Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, ternyata baru keluar dari penjara (Lapas) dan dalam proses asimilasi. Alamak..!

Pelaku bernama Jenderal Sudirman itu mengaku sudah 3 kali masuk penjara kasus perjudian, pencurian, penggelapan dan baru bebas (2/4/2020) program asimilasi.

“Kami beraksi berempat Pak, tapi yang dua orang melarikan diri, kami panik karena dikejar warga, makanya kami ngebut,” kata Sudirman dengan suara lemah.

Seperti diberitakan, dua tersangka pelaku begal nyaris diamuk massa, usai mobil Suzuki Ignis BK 1203 AAB yang dikendarai pelaku menabrak pohon kelapa dan tembok rumah warga, di Jalinsum Medan-Tebingtinggi, tepatnya di Dusun I Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (18/4) malam.

Beruntung, petugas Sat Lantas Polres Sergai dan personel Polsek Firdaus yang tiba di lokasi berhasil menyelamatkan dan langsung memboyong kedua pelaku ke Mapolsek Firdaus.

Tersangka pelaku yang berhasil diamankan dan nyaris diamuk warga yakni Muhammad Rido alias MR (21), warga Kampung Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi dan Jenderal Sudriman alias JS (25), warga Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, sedangkan dua lainnya berhasil melarikan diri.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang, SH, MHum saat dikonfimasi wartawan, Minggu (19/4) melalui seluler membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dijelaskannya, sebelum menabrak pohon kelapa dan dinding rumah warga, para pelaku terlebih dahulu melakukan aksi begal terhadap korban Popy (16) dan rekannya Nuraisah (16), keduanya warga Desa Sukadamai, yang saat itu berboncengan mengendarai Vario BK 3474 NAP melintas di Dusun VII Desa Bakaran
Batu, Kecamatan Sei Bamban, persisnya di depan lokasi perkuburan Kristen.

“Saat itu para pelaku berusaha merampas sepeda motor korban, namun korban melawan. Aksi para pelaku kemudian diketahui saksi Alfredo Nababan (20), warga sekitar, dan berupaya menolong korban. Namun, saksi dianiaya para pelaku hingga mengalami luka-luka,” ungkapnya.

Tidak berhasil merampas sepeda motor korban, lanjut Kapolres, para pelaku langsung kabur mengendarai mobil dengan membawa handphone milik korban Nuraisah. Melihat para pelaku kabur, saksi Alfredo dan korban berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mengetahui langsung mengejar mobil pelaku dengan sepeda motor.

Para pelaku memacu laju mobil dengan kecepatan tinggi dan berupaya kabur menuju arah Medan. Setiba di Jalinsum Medan-Tebingtinggi, tepatnya di Dusun I Desa Seibamban, mobil pelaku berupaya mendahului kendaraan di depannya, namun dari arah berlawanan melaju kendaraan lainnya. Menghindari tabrakan, sopir membanting stir ke kanan.

Diduga hilang kendali, mobil pelaku menyerempet sepeda motor yang dikendarai warga sekitar dan selanjutnya menabrak pohon kelapa hingga patah dan terhenti usai menabrak tembok rumah warga. Usai mobil terhenti, dua pelaku berhasil melarikan diri ke areal persawahan yang ada di sekitar lokasi kejadian, sedangkan dua pelaku lainnya yakni MR dan JR berhasil diamankan warga.

“Kedua pelaku MR dan JS saat ini sudah diamankan di Mapolsek Firdaus guna menjalani pemeriksaan lanjut. Sedangkan identitas kedua pelaku yang melarikan diri sudah kita ketahui dan saat ini masih dalam pengejaran,” tegas Robin Simatupang. (war/yung/ter)

Mungkin Anda juga menyukai