Acara penyerahan bantuan kepada pihak Pengurus Panti Kasih Seneas. (ist)
Loading...

GUNUNGSITOLI (medanbicara.com)-Asrama Panti Kasih Seneas yang terletak di Desa Luaha Laraga, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Gunungsitoli mengalami musibah akibat kebakaran dilalap si jago merah, Selasa (5/3/2019) dini hari.

Bangunan yang tadinya menampung sekitar 16 orang anak panti kini tinggal puing-puing. Pakaian serta ijazah pendidikan anak anak panti tak satu pun yang bisa diselamatkan.

Kebakaran yang menghanguskan Panti Kasih Seneas dilaporkan tidak ada korban jiwa namun kerugian material diperkirakan ratusan juta rupiah.

Saat ini anak anak kurang mampu dan tak punya kedua orang tua ini yang menjadi korban kebakaran asrama, mereka diungsikan untuk sementara waktu.

Musibah kebakaran yang menimpa asrama Panti Kasih Seneas meninggalkan kepedihan dan keprihatinan yang mendalam dari sebahagian kalangan. Terutama dari Pemerintah Kota Gunungsitoli.

“Kita kaget dan terkejut ketika mendengar tempat anak panti ini terbakar. Pasti kita tidak menginginkan terjadi. Ya, bagaimana lagi, apa yang terjadi ini mau tidak mau diterima dengan lapang dada,” kata Wakil Walikota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli di hadapan keluarga anak panti dan pengurus Panti Kasih Seneas ketika berkunjung, Kamis (7/3/2019) kemarin.

Didampingi Sekda, Agustinus Zega, Kepala Dinas Sosial, dan sejumlah Kepala SKPD, Sowa’a Laoli mengatakan, kebararan yang menimpa Panti Kasih Seneas tidak bisa dipredilsi apinya bersumber dari mana. Tetutama kondisi listrik yang kerap hidup mati. Namun demikian harapnya perlu ada kewaspadaan dini untuk mencegah kebakaran tidak terjadi.

“Pemkot Gunungsitoli ikut prihatin atas kejadian ini. Pemkot datang di sini sebagai bentuk perhatian. Memberi bantuan sekadar untuk meringankan beban para pengurus Panti,” ujar Sowa’a yang mengaku baru saja tiba dari Medan, saat menyambangi anak-anak panti Kasih Seanes.

Ia mengimbau pihak pengurus panti, bila ada ijazah anak panti atau kartu identitas anak yang ikut terbakar segera berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Kota Gunungsitoli untuk mengusahakan menerbitkan kembali.

Pada saat itu Pemkot Gunungsitoli memberikan bantuan berupa seng, semen, pakaian jadi terutama seragam sekolah dan beras.

Sementara itu, Viktor Harefa yang merupakan keluarga Pengurus Panti Kasih Seanes mengucapkan terima kasih banyak atas kepedulian Pemerintah Kota Gunungsitoli berkunjung di asrama anak panti yang terbakar ini.

“Bantuan yang diberikan kami ucapkan terima kasih,” kata dia.

Menurut Viktor, penyebab kebakaran tidak bisa diprediksi darimana sumbernya, lagian Ketua Yayasan Panti Kasih Seneas tidak ada di lokasi saat kejadian.

Namun menurut cerita anak panti, lanjut Viktor, berawal ketika anak-anak panti pulang sekolah. Mereka mengelem kertas karton untuk kerajinan tangan malamnya. Untuk melengketkan kertas karton mereka membakar lem lilin. Entah sudah terrbakar atau tidak katanya, kertas karton tadi mereka buang belakang rumah yang kebetulan gudang tumpukan barang-barang. Nah dari situlah mulai kelihatan asap tebal hingga api menyelimuti seluruh bangunan panti hangus terbakar.

“Kejadiannya pukul 24.00 malam. Untung tidak ada korban jiwa. Sekarang mereka sudah diungsikan untuk semenatara di tempat yang aman,” ujarnya. (sut)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY