Taman Kota Kabanjahe dijadikan tempat pembuangan sampah warga. (ita)
Loading...

KARO (medanbicara.com)-Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau Taman Kota yang berada di Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, tepatnya di belakang kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Karo atau di depan kantor KPUD Karo, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
Taman Kota terlihat telah ditutupi dengan semak belukar dan sampah atau limbah rumah tangga. Sehingga Taman Kota tersebut tak layak lagi disebut Taman Kota akan tetapi Taman Hutan.

Amatan wartawan, pada pintu masuk taman yang seharusnya dijadikan sarana berolahraga dan taman rekreasi bagi warga Kota Kabanjahe. Sampah bekas pembalut wanita dan popok bayi (Pampers) berserakan dimana-mana. Sementara di sudut kiri pintu masuk taman, terlihat juga tumpukan sampah rumah tangga. Sehingga areal taman seakan-akan telah dijadikan tempat pembuangan sampah yang menimbulkan aroma busuk.

Bahkan kondisi di dalam taman tidak adanya perawatan sama sekali. Semak belukar tumbuh subur dimana-mana. Pohon-pohon penghias taman tidak terawat sehingga patut disebut taman itu sebagai Hutan Kota. Lintasan jalan (track jogging) juga ditumbuhi semak belukar. Begitupun semen pengikat paving block banyak yang pecah-pecah dan retak.

Mirisnya lagi, di sekeliling taman tidak terlihat dipasang alat penerangan seperti lampu hias (lampu mercury). Sehingga, jika dimalam hari taman ini gelap gulita dan menyeramkan.

Menurut seorang warga setempat yang mengaku bermarga Purba, kondisi taman kota yang tak terawat itu sudah berlangsung cukup lama.

“Siapa yang mau jalan-jalan ke dalam, kalau di sana-sini penuh dengan semak belukar. Jangan-jangan ular kobra pun sudah banyak di situ,”ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karo, Ir Timotius Ginting ketika dikonfirmasi melalui sambungan selulernya menyebutkan, jika dana perawatan rutin tidak ada. Karena setiap diusulkan dalam anggaran sering tidak disetujui di DPRD Karo.

“Kita perlu tenaga kerja yang akan merawat taman itu setiap harinya. Dan itu butuh biaya. Bagaimana kami menyuruh orang tanpa biaya? Selama ini kami hanya merawat secara swadaya, berapalah kesanggupan kami,” jelas Timotius.

Namun untuk kebersihannya, Timotius mengaku secara rutin dilakukan pembersihan sampah di taman tersebut. “Masalah kebersihannya kita upayakan. Tapi ada pun dibuat bak sampah atau bin kontainer di situ. Belum tentu warga membuang sampah ke bak itu,”ujarnya.

Terpisah, Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas, Idayati Sembiring mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu sudah dilakukan penyemprotan racun rumput. “ Beberapa hari yang lalu sudah kita rondap. Penyisipan pepohonan yang mati juga sudah dilakukan,”jelasnya .

“Kalau masalah ada warga sekitar yang membuang sampah dari rumah tangga itu diluar pantauan kami. Apalagi yang tinggal di sekitar lokasi tersebut adalah orang-orang yang sangat tau aturan membuang sampah,”ujarnya agak sedikit kesal.

Ketika disinggung tentang besaran dana rutin untuk perawatan, Ida Sembiring menyebutkan hanya sebatas untuk mengganti pepohonan yang tumbang maupun mati. Juga hanya ada satu orang karyawan ditempatkan untuk merawat luas lahan ratusan meter persegi tersebut. (ita)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY