Duh! Karaoke di Samping Kantor BPBD Tanjungbalai Buka Sampai Malam, Pengunjungnya Cowok dan Cewek Separoh Tua

Tanjungbalai (medanbicara.com)- Meskipun diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun salah satu hiburan malam yang terletak tepat di lapangan Alun Alun Sultan Abdul Zalil Rahmadsyah, atau yang di kenal dengan sebutan lapangan sepatu roda, persis di samping Kantor Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Tanjungbalai tetap buka samapai malam.

Pantauan wartawan di lokasi, Sabtu (24/7/2021) sekitar pukul 21.00 Wib, terlihat lokasi karoke yang berada persis di samping Kantor BPBD banyak didatangi pengunjung baik laki laki dan perempuan.

Andi (40), seorang pedagang makanan yang biasa mangkal di dekat tempat karoke tersebut saat dikonfirmasi mengatakan, hampir tiap malam tempat karoke itu didatangi pengunjung.

“Hampir tiap malam Bang tempat hiburan itu didatangi pengunjung, biasanya pengunjungnya laki laki dan perempuan yang sudah berumur atau berusia lanjut alias separoh tua, begitu juga laki-lakinya, kebanyakan sudah berusia di atas 40, datang dengan memesan minuman atau makanan, setelah itu dikasi jatah untuk karoke,” ujarnya sambil tersenyum dan bergegas pergi.

Yang lebih anehnya lokasi tempat karoke tersebut persis di samping Kantor BPBD dan hanya berjarak lebih kurang 50 meter dari Kantor Koramil Kota Tanjungbalai, namun sampai saat ini tidak terlihat adanya tindakan baik dari pihak aparat kepolisian, juga dari pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tanjungbalai.

Sementara itu pedagang yang mengatasnamakan kelompok masyarakat tergabung dalam Pengusaha Jasa Hiburan dan Makanan (PJHM) dibubarkan, atau tidak dibolehkan berjualan di daerah Alun-alun Sultan Abdul Zalil Rahmadsyah.

Untuk itu di harapkan agar pihak Polres Tanjungbalai maupun pihak Satpol PP untuk menindak tegas pemilik karoke tersebut, untuk menghindari wabah Virus Covid-19, dan tempat karoke itu telah melanggar aturan ptotokol kesehatan (Prokes) dan meresahkan warga yang melintas, terlebih lagi tempatnya remang-remang bisa menimbulkan asumsi negatif di kalangan masyarakat Tanjungbalai. (Vin)

Mungkin Anda juga menyukai