Monolog ‘Prita Isteri Kita’ Sukses Dapatkan Aplaus Penonton

MEDAN (medanbicara.com) – Teater Nasional Medan sukses memanggungkan mololog drama kisah Prita Istri Kita tentang seorang istri yang terbuai ‘Nafsu Duniawi’ yang diangkat dari karya tulisan Arifin C Noer tahun 1967.

Animo penonton sangat antusias hingga membuat kursi yang disediakan panitia di Maple Theatre Grand Aston City Hall Medan Senin (16/5) malam lalu, penuh dan bahkan ada yang harus menonton berdiri.

Sejak awal, monolog yang dibawakan Wan “Ndoet” Hidayati sebagai Prita yang dikisahkan memiliki Mas Broto sebagai suami ‘Pengecut yang Bodoh berlangsung dengan kisah kidung carut marut ekonomi sebuah rumah tangga. Pangung utama juga mendukung monolog dengan teknik pencahayaan, efek warna, dan pemilihan lagu yang menjadi backsong teater.

Hidayati yang selama ini juga dikenal aktif di dunia seni sanggar dan sempat vakum selama 35 tahun terlihat langsung aduhai memerankan Prita dengan segala emosi pergolakan menjadi seorang wanita yang terjebak romantisisme percintaan masa muda bersama mantan pacarnya (Mas Beni) yang ganteng, kaya dan berkarakter romantis bak pujangga.

Di sisi lain Prita dikisahkan dengan pergolakan sebiduk rumah tangga dengan Mas Broto yang miskin dan pengecut yang diibaratkan ‘Seekor Harimau Bertenaga Cacing’ dan hanya bekerja sebgai guru bergaji kecil.

Yan Armani sebagai produksi teater mengatakan kisah Prita Istri Kita ini sebagai ungkapan Pribadi Istri Kita (Prita). Di mana Prita hidup susah yang di’ninabobokkan’ romantisme percintaan Hidup Seranjang dan Mati Seliang bersama mantan pacarnya Beni Brewok.

Dalam pementasan ini paradoks romantisme percintaan yang indah dengan segala imagi khayalan Prita hidup penuh kasih sayang dari sang kekasih, hidup mewah, dan memiliki rumah dan pakaian bagus tidak terjadi. Kehidupan yang dijalani malah hanya bisa hidup pas-pasan, dengan makan sambal secoet, tempe goreng lima kerat, sayur bening, bayam sepinggan, dan daun singkong tiap tanggal 20.

Hidayati kepada wartawan, Rabu (18/5) mengaku bangga dipilih memerankan sosok Prita istri Broto yang bergaji kecil. Apalagi selam ini ia punya harapan pribadi bagi Kota Medan dalam problema Seni dan Sastra

“Saya ingin motivasi yang muda-muda, jadi saya kan udah tua jadi stamina saya juga sudah habis. Harapannya untuk memberikan pesan moral yang bermanfaat bagi masyarakat juga menghidupkan seni di masyatrakat dan Kota Medan,” katanya.

“Kebetulan Prita Istri Kita karya cipta Arifin C Noer, penulis cerita bagus dan skenario yang bagus dan Sutradara memilih saya bukan saya yang memilih,” pungkasnya. (koko)

Loading...

Mungkin Anda juga menyukai