Mayat tanpa identitas ditemukan warga tewas di bawah jembatan Sibaganding, Kamis (20/9). (mts)

PEMATANGSIANTAR (medanbicara.com)– Mayat tanpa identitas ditemukan Boru Tambunan di bawah jembatan Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, dekat ladang kemiri miliknya sekira pukul 10.00 WIB, Kamis (20/9).

Saat ditemukan, posisi mayat teduduk di batu setengah telanjang. Kepalanya menukik ke lutut. Berdasarkan keterangan Boru Tambunan, sebelumnya dia hendak memanen buah kemiri di ladangnya. Saat tiba di ladang, dia melihat kaki seperti kaki manusia dan langsung mendekatinya. Jarak satu meter dari tempatnya berdiri, dia melihat sesosok mayat. Spontan Boru Tambunan langsung berlari kembali ke perkampungan dan menceritakan kepada suaminya Bislon Sinaga (59).

Kanit Reskrim Polsek Parapat, Ipda Bobby mengaku mengetahui penemuan mayat tersebut setelah dihubungi Pangulu Sibanganding Martno Bakkara.

Personel kepolisian bersama Basarnas, TNI dan Satpol PP bersama beberapa orang warga langsung turun ke TKP dan melakukan evakuasi.

Ketika warga ditanyai terkait ada atau tidaknya mendengar keributan atau perkelahian di sekitar lokasi beberapa hari terakhir, warga mengaku tidak pernah mendengarnya.

“Lokasinya di sekitar bawah jembatan Sibaganding, di aliran sungai yang kering tepatnya di atas batu. Kondisinya sudah mulai membusuk di bagian wajah dan perut,” tutur Bobby.

Tim selesai melakukan evakuasi sekira Pukul 12.30, dan mayat langsung dibawa ke RSU dr Djasamen Saragih untuk dilakukan visum.
Berdasarkan keterangan pihak Rumas Sakit, Lanjut Bobby, diduga kuat mayat tanpa identitas ini meninggal karena kelaparan. Sebab tidak ditemukan luka-luka akibat benda tajam atau benturan.

“Hasil visum sementara karena kelaparan, berdasarkan keterangan pihak RSU, kemungkinan sudah meninggal sejak seminggu yang lalu,” terang Bobby.

Mayat tanpa identitas ini saat ditemukan mengenakan kaos oblong warna hitam, tanpa celana, tinggi badan sekira 1557 cm, berbadan kurus, rambut ikal, kulit sawo matang, jenis kelamin laki-laki, dan usia diperkirakan 30 tahun.

Bobby juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya, agar menghubungi pihak RSU dr Djasamen Saragih atau pihak Polsek Parapat.

“Hingga tiga hari ke depan, mayatnya akan kita titipkan di RSU. Jika tidak ada keluarga yang datang mengambilnya, maka akan dikuburkan oleh pihak Rumah Sakit,” pungkas Bobby. (mts)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY