Fitriani (19), siswi kelas 2 Aliyah di Gubahan, Kota Tanjungbalai, Sumut, menderita gizi buruk dan infeksi usus. (gus)
Loading...

TANJUNGBALAI (medanbicara.com)-Fitriani (19), siswi kelas 2 Aliyah di Gubahan, Kota Tanjungbalai, Sumut, menderita gizi buruk dan infeksi usus. Anak kedua dari 7 bersaudara pasangan Sri Rahayu (44) dan Masdar (57) ini hanya bisa berbaring merintih kesakitan.

Pengakuan ibunya Sri Rahayu, sebelumnya Fitri sehat–sehat saja dan beraktivitas ke sekolah. Namun, September 2018 dia demam tinggi dan pusing berkepanjangan dan langsung dibawa berobat ke Puskesmas Pulo Simardan.

Nah, setelah diperiksa, disarankan dirujuk ke RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. Selama 12 hari ditangani medis dan dikatakan menderita gizi buruk serta mengalami infeksi usus.

Menurut warga Gang Sate, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai itu mengaku sedih, karena anaknya sempat tidak mendapatkan penanganan medis dan dibawa pulang ke rumah walaupun dia mempunyai kartu BPJS.

Kadis Kesehatan Kota Tanjungbalai, Burhanuddin Harahap mengatakan, Pemko Tanjungbalai melalui Camat Datuk Bandar Timur, Waris Tholib bersama bidan dari Puskesmas Pulo Simardan telah menjenguk dan bertemu dengan Fitriani dan keluarga dan juga memberikan bantuan kepada keluarga.

Pihaknya juga mengajak keluarga untuk membawa Fitriani kembali dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Tengku Mansyur guna mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik dan tidak tertutup kemungkinan akan merujuk ke Rumah Sakit yang lebih baik di Kota Medan.

Menurutnya, pihaknya sampai saat ini masih berusaha membujuk dan mengajak keluarga untuk membawa Fitriani kembali ke RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik, namun pihak keluarga masih belum mau dikarenakan alasan tertentu.

“Pemko juga akan berupaya memberikan pengobatan yang maksimal jika nantinya Fitriani dibawa ke rumah sakit, dan bila diminta dirujuk ke Medan kita akan koordinasikan lagi. Yang terpenting saat ini kita mau saudari Fitriani dirawat di Rumah Sakit Umum Tanjungbalai, kita akan cek hasilnya dan akan kita upayakan pengobatan yang maksimal,” kata Burhanuddin Harahap.

Walikota Tanjungbalai, M Syahrial SH MH mengtakan, tim OPD melalui Gerakan Peduli Sesama (GPS) akan terus bekerja memastikan persoalan gizi buruk benar-benar dapat teratasi di Kota Tanjungbalai.

Salah satu program GPS yang akan dilakukan yakni, pemberian asupan makanan tambahan bergizi kepada warga melalui posyandu, pengecekan kesehatan di puskesmas dan meminta warga untuk langsung memberikan informasi jika ada keluarga atau warga yang mengalami gizi buruk dengan langsung berkoordinasi ke Kepala Lingkungan, Lurah, Camat, petugas Puskesmas tempat tinggalnya maupun dinas terkait lainnya, sehingga dapat langsung ditangani dengan cepat.

Pemerintah Kota Tanjungbalai, katanya, akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada Fitriani.

“Saya meminta OPD terkait untuk mempercepat penanganan Fitriani, mulai dari puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan perhatian dan bantuan yang optimal. Begitu juga jika masih ditemukan masih ada masyarakat yang mengalami gizi buruk untuk cepat ditangani dan ditindaklanjuti. Tingkatkan pelayanan kesehatan bagi warga, khususnya pemberian makanan tambahan maupun pemberian bantuan obat-obatan serta pelayanan kesehatan intensif yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” tegas Walikota.(gus/ino)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY