Kampung Tahu yang telah menjadi ikon ekonomi kreatif di Kota Binjai dipilih sebagai lokasi studi lapangan karena dianggap mampu merepresentasikan dinamika UMKM lokal yang tumbuh dari inisiatif komunitas. Mahasiswa FEB UnHar Medan berkesempatan berdialog langsung dengan para pelaku usaha tahu, mengidentifikasi potensi, tantangan, serta peluang inovasi yang bisa dikembangkan bersama.
Ketua Yayasan Aksi Baik, Ibu Sugy Hartaty, SE, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim dari FEB UnHar Medan. “Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Kehadiran mahasiswa dan dosen memberikan semangat baru bagi para pelaku UMKM di Kampung Tahu. Kami percaya, sinergi dengan perguruan tinggi dapat mendorong pelaku usaha untuk naik kelas melalui inovasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Ibu Sugy.
Ibu Ade Indah Sari, SE, M.Si, sebagai dosen pendamping, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menerapkan kurikulum berbasis pengalaman lapangan dan membentuk karakter solusipreneur pada mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kepedulian untuk membangun solusi nyata bagi UMKM di tengah masyarakat,” ujarnya.
FEB UnHar Medan terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan UMKM di Sumatera Utara melalui pendekatan sinergis antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi dengan komunitas seperti Yayasan Aksi Baik menjadi langkah konkret untuk menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan. (rel)






