Karena itu, ia merasa bahwa jabatan yang diemban saat ini sebagai Wakil Gubernur, menjadi jawaban bahwa ‘anak kebon’ sangat bisa menjadi sosok penting di pemerintahan. Sebagaimana juga Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, anak dari ayah yang bekerja di perusahaan perkebunan (PTPN IV).
Surya pun mengapresiasi dan berharap, kegiatan silaturahmi seperti ini harus terus dipelihara dengan baik. Mengingat meskipun sudah purna tugas, namun peran penting orang tua ini tetap dibutuhkan mendukung pembangunan di Sumut, melalui saran dan masukan yang baik.
“Ya satu-satunya anak kebun yang sekolah ke Medan (kala itu di Pulo Raja, Asahan) ya hanya saya. Karena memang saya ingin sekolah, dan saya yang paling kecil (anak bungsu) dari 8 bersaudara. Abang-abang, kakak-kakak saya, ya rata-rata kerja di perkebunan, atau yang suaminya di perkebunan. Cuma saya yang nggak,” ungkap Surya.
Dari kegiatan silaturahmi itu, Surya mengapresiasi undangan yang diterimanya dari panitia. Apalagi dari para pensiunan yang hadir tersebut, salah satunya adalah abang kandungnya, Wagimin. Sehingga selain menghadiri acara reuni, ia juga bersilaturahmi dengan saudara kandungnya.






