“Banyak pelaku UMKM merasa program pelatihan hanya bersifat seremonial tanpa tindak lanjut yang nyata. Padahal, tantangan UMKM bukan hanya pada pengetahuan, melainkan juga akses modal, pasar, dan digitalisasi usaha,” ungkapnya.
Terkait efektifitas bantuan dan program untuk pelaku UMKM di Kota Medan, pria berkacamata ini menilai banyak pelaku UMKM di lapisan bawah mengaku belum tersentuh bantuan pemerintah, terutama yang berada di daerah pinggiran kota.
“Kita sangat mengharapkan akses bantuan ini bisa menyeluruh dan di RPJMD ini diharapkan bisa maksimal sehingga pelaku UMKM bisa mengakses program tersebut,” harapnya.
Pria asal Kota Kisaran ini juga mendorong Pemerintah Kota Medan lebih terbuka dalam pendataan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang sudah berjalan, serta memperluas jangkauan bantuan ke kelompok-kelompok UMKM yang belum tersentuh.
“Dalam mewujudkan ini, kolaborasi dengan sektor swasta, perbankan, dan marketplace digital juga dianggap sebagai langkah strategis yang perlu segera dikonkretkan. Kita sangat mengharapkan langkah konkrit ini bisa mengubah nasib pelaku usaha kecil,” pungkasnya.(rel)






