Bupati Langkat: 74.500 Warga Akan Terima Bantuan Beras

oleh

“Saya tidak mau ada mafia yang menaikkan harga tersebut, beras itu sudah jelas di harga Rp11.300. Jadi saya minta Kabag Perekonomian, Kadis Perindag, dan Tim Pengendalian Inflasi Langkat mengawasi pendistribusiannya agar minat masyarakat membeli tetap tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Tutut Tiana, Asisten Direktur Bank Indonesia Sumut, menyampaikan rencana kolaborasi branding beras lokal dari Desa Sambirejo, Langkat, yang terkenal dengan tekstur pulen dan rasa yang enak. BI Sumut berencana mem-branding beras tersebut agar lebih dikenal luas.

“Kami ingin beras Sambirejo menjadi lebih terkenal dengan mem-branding-nya. Ini beras lokal berkualitas,” ujar Tutut.

Mendukung penuh gagasan tersebut, Bupati Langkat menyatakan bahwa kualitas dan kemasan yang baik akan meningkatkan nilai jual dan memberi dampak positif bagi petani lokal.

“Dengan kualitas baik, packaging yang baik, harga akan ikut naik dan petani saya akan ikut sejahtera,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain: Kadis Pertanian Hendrik Tarigan, S.Pt, M.M.A, Kadis Koperasi H. Syahrizal, S.Sos, M.Si, Kadis Perindag Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, Kadis Sosial Taufik Rieza, S.STP, M.AP, Kabag Perekonomian Indri Nugraheni, SE, MM, Akt.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan Bank Indonesia ini, diharapkan program bantuan pangan dapat berjalan optimal dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Langkat.(rel)