Disampaikan juga, berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa, seperti ketidakpastian geopolitik global, keterbatasan fiskal negara, serta tingginya harapan publik terhadap pelayanan transportasi yang merata, efisien, dan berkeadilan. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong inovasi pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), agar pembangunan transportasi tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Sarana transportasi harus tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga beroperasi optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepada seluruh insan perhubungan, juga diharapkan agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. “Inilah saatnya kita membuktikan bahwa sektor transportasi hadir untuk rakyat. Bekerjalah dengan hati, dan layani dengan sepenuh jiwa. Transportasi akan mendorong perekonomian bangsa agar melaju lebih pesat,” pungkasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Sumut Moettaqien Hasrimi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa peringatan Hari Perhubungan Nasional bukan hanya seremonial, tetapi merupakan ajang refleksi, evaluasi, dan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di sektor transportasi.
Momen peringatan Hari Perhubungan ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk mengevaluasi pencapaian, memperkuat sinergi, dan meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang transportasi,” ujar Moettaqien.(rel)






