Menurut artikel berjudul Ecobrick: Solusi Cerdas dan Kreatif untuk Mengatasi Sampah Plastik yang diterbitkan dalam Jurnal Productum pada tahun 2017, Ecobrick merupakan salah satu inisiatif yang inovatif dalam menangani masalah sampah plastik.
Fungsi dari Ecobrick tidak untuk menghancurkan plastik, melainkan untuk memperpanjang umur material tersebut dan mengkonversinya menjadi barang yang bermanfaat bagi manusia.
Lalu, untuk apa saja Ecobrick bisa digunakan? Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, Ecobrick bisa difungsikan sebagai pengganti batu bata.

Selain itu, Ecobrick dapat dirangkai menjadi berbagai benda lainnya seperti meja, kursi sederhana, menara, dan sebagainya. Proses pembuatan Ecobrick juga cukup sederhana dan bisa dilakukan oleh berbagai kalangan.
Berikut adalah alat dan bahan serta langkah-langkah untuk membuat Ecobrick, yang diperoleh dari berbagai sumber.
Alat dan bahan:
Beberapa botol plastik bekas air minum, sebaiknya dengan ukuran dan jenis yang seragam.
Berbagai jenis sampah plastik termasuk kantong kresek, kemasan makanan, hingga kemasan minuman instan.
Sebuah tongkat kayu dengan diameter 2 cm dan panjang 40 cm, bisa terbuat dari bambu.
Alat pemotong seperti gunting.
Cara membuat:
Cuci botol plastik bekas hingga bersih, kemudian keringkan hingga benar-benar kering. Bersihkan semua jenis sampah plastik hingga tidak ada kotoran tersisa, lalu keringkan.
Setelah sampah plastik kering, potong menjadi bagian kecil menggunakan gunting. Masukkan potongan sampah plastik tersebut ke dalam botol plastik. Gunakan tongkat kayu atau bambu yang telah disediakan untuk mendorong dan memadatkan isian.
Setelah botol terisi penuh dengan material plastik, tutup dengan penutupnya. Berat minimum untuk setiap ecobrick dapat dihitung dengan rumus volume botol (mililiter) dikali 0,33 gram, berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kulon Progo.
Sebagai contoh, untuk botol berukuran 1.500 mililiter atau 1,5 liter, beratnya sekitar 495 gram. Sedangkan untuk botol berukuran 600 ml, berat minimalnya adalah 198 gram.
Lanjutkan langkah pengisian ini ke botol plastik lainnya sampai semua sampah terpakai. Jika memungkinkan, berikan label pada setiap Ecobrick dengan informasi tanggal dan beratnya.
Penutup
Penggunaan sampah plastik menjadi Ecobrick oleh mahasiswa KKNT UNA merupakan tindakan nyata dalam menghadapi isu sampah plastik dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
Dengan penerapan teknologi yang sederhana tetapi efektif ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diubah menjadi barang-barang berguna yang bermanfaat.
Diharapkan bahwa inisiatif ini mampu diterima secara luas dan berkelanjutan, memberikan dampak positif yang lebih signifikan bagi lingkungan dan masyarakat.(Mahasiswa KKNT UNA/red)






