“Ditjen Imigrasi melalui TPI memandang bahwa pintu gerbang negara bukan hanya formalitas dalam melindungi WNI. Ini juga merupakan amanah dari 13 program akselerasi Menteri Imipas untuk memberikan pelayanan yang ramah dan humanis. Dengan hadirnya PMI Lounge ini, diharapkan para pekerja migran merasa lebih nyaman dan terlindungi,” ungkap Kakanwil.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Muh. Fachri menyampaikan kehadiran lounge PMI ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi para pekerja migran, khususnya saat transit maupun beristirahat sebelum dan sesudah keberangkatan.
“Hampir setiap hari kami menerima kepulangan luar negeri, pekerja imigran yang sehat langsung kami pulangkan ke tanah air sedangkan yang sakit kita rehabilitasi dulu baru kita pulangkan, pada posisi demikian negara harus hadir melindungi, tidak pernah kita bedakan antara PMI yang sesuai prosedur dan non prosedur. Sampai dengan hari ini 17.000 PMI yang sudah di fasilitas oleh Negara, 400 lebih sudah menjadi jenazah,” sebutnya
Jelasnya lagi, saat ini kita punya 6 Lounge di bandara dan 15 di Pos lintas batas, tidak kalah dengan laut. Kita juga punya program Kelurahan Migran emas konsepnya melindungi masyarakat yang mau bekerja keluar negeri.
PMI Lounge di Pelabuhan Penumpang Internasional Teluk Nibung ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian P2MI dengan Kementerian BUMN, Fasilitas ini dilengkapi ruang tunggu yang nyaman, layanan informasi, serta dukungan teknis bagi para pekerja migran Indonesia yang baru kembali maupun yang akan berangkat ke negara tujuan kerja. Peresmian Lounge ini adalah simbol kecil dari perubahan besar negara menghormati manusia, jelasnya
Ia juga menegaskan, kami ingin memastikan bahwa pekerja migran Indonesia mendapat pelayanan terbaik sejak dari tanah air.
Lounge ini adalah salah satu bentuk nyata negara hadir untuk memberi kenyamanan sekaligus perlindungan bagi para pekerja migran, ungkap Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Muh. Fachri. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Pemberdayaan KP2MI. (Vin)






