Menariknya, di tengah aksi berlangsung, Pimpinan BRI Cabang Tanjungbalai, Arief Setya Wibowo, turun langsung menemui massa. Dengan tenang, ia duduk bersama para aktivis di depan kantor BRI dan memberikan penjelasan terbuka.
“Kasus dugaan penyimpangan KUR saat ini sedang ditangani oleh BRI Wilayah Sumut dan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai. Saya baru beberapa waktu menjabat sebagai pimpinan cabang yang membawahi 14 unit BRI di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai,” jelas Arief.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman KUR tidak diwajibkan menggunakan agunan, melainkan cukup melampirkan surat izin usaha dari kelurahan setempat.
Pernyataan Arief mendapat sambutan positif dari massa. “Hidup Arief, pimpinan BRI Cabang Tanjungbalai yang baru!” teriak peserta aksi sembari bertepuk tangan.
Aksi berjalan damai, tertib, dan aman di bawah pengamanan ketat personel Polres Tanjungbalai. (Vin)






