GAMKI Sumatera Utara Turun Tangan Bantu Korban Bancana Alam

oleh

Sementara Langkat mendapat 750 kg beras, 30 dus mie instan, dan 50 kotak air mineral. Tapanuli Tengah menerima 1,25 ton beras dan 15 kardus pakaian layak pakai, sedangkan Sibolga memperoleh 1,25 ton beras, 10 kardus pakaian, dan 90 kardus mie instan. Aceh Tamiang juga mendapatkan dukungan 1 ton beras dan 50 kotak mie instan. Selain logistik, GAMKI Sumut menurunkan tim relawan lapangan untuk membantu evakuasi, penataan posko, dan distribusi bantuan secara efisien.

Ketua DPD GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, menekankan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata pelayanan kemanusiaan, berlandaskan solidaritas dan nilai-nilai gerejawi. Ia mengingatkan pentingnya koordinasi lintas provinsi untuk mencegah tumpang tindih dan meminimalkan beban logistik, serta memperkuat kerja sama dengan BPBD, pemerintah daerah, gereja lokal, dan DPD GAMKI Aceh.

Swangro menekankan perlunya kesadaran menjaga lingkungan, terutama hutan dan daerah tangkapan air, yang menjadi pondasi alami mencegah banjir dan longsor. “Kita jangan sampai menyesal kemudian, karena perusakan hutan dan lingkungan adalah bom waktu yang bisa menelan banyak korban di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyerukan gotong royong masyarakat, lembaga gereja, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya dalam tanggap darurat, tetapi juga dalam pemulihan jangka panjang bagi para penyintas. (rel)