Untuk INALUM, memberikan bantuan rehabilitasi ini memiliki makna penting bagi perusahaan gereja dan jemaat karena rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat penguatan spiritual, tempat berkumpulnya komunitas, serta ruang untuk membangun solidaritas dan saling menguatkan di tengah situasi sulit pascabencana. Dengan pulihnya kondisi gereja, INALUM berharap jemaat dapat kembali menjalankan kegiatan ibadah dan pelayanan secara normal, sekaligus mempercepat pemulihan moral dan sosial masyarakat yang terdampak.
Kepala Departemen CSR INALUM, Zainuddin Iqbal Sidabutar, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung masyarakat di wilayah operasional dan sekitarnya, khususnya dalam proses pemulihan pascabencana terutama untuk fasilitas keagamaan dan fasilitas umum.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Humbang Hasundutan. INALUM berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam tahap rehabilitasi pascabencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban jemaat dan membantu mempercepat proses pemulihan,” ujar Zainuddin.
Bantuan ini merupakan bagian dari salah satu komitmen perusahaan dalam melakukan pemulihan pasca bencana November silam. Banjir bandang tersebut melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan pada akhir November 2025 dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai meluap serta memicu longsor di beberapa titik. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas umum, termasuk rumah ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sejumlah gereja dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan banjir dan material yang terbawa arus, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi dan menjalani masa pemulihan pascabencana.(rel)






