Dalam sambutannya, Bupati Simalungun juga menyoroti makna mendalam dari momen ini bagi orang tua. Bupati menuturkan bahwa melihat putra-putri tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak mulia, dan kokoh imannya adalah kebanggaan yang tak ternilai harganya.
Dukungan, doa tulus, serta segala pengorbanan materi dan waktu yang telah dicurahkan orang tua, Bupati menilai sebagai investasi terbesar. Investasi yang tidak hanya bernilai untuk kehidupan duniawi yang sementara, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk kehidupan akhirat. Apresiasi tidak hanya ditujukan kepada orang tua, tetapi juga mengalir kepada para guru dan tenaga pendidik.
Disamping itu, Bupati juga menekankan bahwa dedikasi, kesabaran tanpa batas, serta keikhlasan dalam membimbing dan mendidik para santri adalah bentuk amal jariyah yang mulia. Segala jerih payah, lelah, dan waktu yang diluangkan akan menjadi pahala yang terus mengalir dan dicatat sebagai kebaikan di hadapan Allah SWT.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan harapan besarnya kepada para lulusan. Di tengah zaman yang terus berubah dan tantangan yang semakin kompleks, Bupati berpesan agar para santri tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual yang kokoh dan akhlak yang terpuji.
Dengan gabungan ketiga hal tersebut, diharapkan mereka mampu menjadi penerus bangsa dan agama yang tangguh, mampu menjawab tantangan zaman, serta membawa keberkahan di mana pun mereka berada.
Tampak hadir mendampingi Bupati Simalungun antara lain Kadis Ketenagakerjaan, Riando P. Purba, Kadis Pemuda dan Olahraga, Bob Presly Saragih dan Plt Kadis Kominfo, Akbar P Siregar, Ketua MUI, H Ki Dardjat Purba, Forkopimca Panei dan undangan lainnya.(rel)






