Di hadapan ratusan warga yang hadir, Rico Waas juga memaparkan beberapa terobosan program sosial yang menjadi prioritasnya, diantaranya program tebus ijazah sebagai upaya konkret untuk memastikan tidak ada anak di Medan yang putus sekolah karena kendala biaya.
Lalu program PKH Medan Makmur, menargetkan bantuan sosial bagi 10.000 penerim dengan fokus utama pada lansia dan penyandang disabilitas.
“Kami juga memiliki program penangan gizi buruk, warga dapat melaporkan jika menemukan kasus gizi buruk agar Pemko bisa segera melakukan intervensi medis,”tambahnya.
Orang nomor satu di Pemko Medan itu juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran Camat, Lurah, hingga kepala lingkungan (Kepling) agar merespons cepat setiap keluhan warga.
”Saya minta seluruh jajaran kewilayahan responsif. Jika ada aparatur yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik atau abai terhadap laporan warga, jangan ragu untuk melaporkannya kepada kami,” tegasnya.
Sebagai bentuk nyata kepedulian, dalam acara tersebut Pemko Medan menyerahkan berbagai bantuan simbolis diantaranya bantuan rumah ibadah masing-masing Rp.50 juta untuk Masjid Khalid bin Walid, Masjid Al Irwansyah, dan Masjid Khairiah. Bantuan PKH Medan Makmur, dan alat bantu kesehatan.
Turut mendampingi Wali Kota dalam acara tersebut, Kadis Sosial Khoiruddin, Kadis Perkimcikataru John Ester Lase, Camat Medan Area Dedy Rustam Alamsyah Nasution, serta jajaran anggota DPRD Provinsi dan Kota dari Partai Nasdem.(rel)






