Tak hanya itu, Rico juga menekankan pentingnya mental tahan banting. Ia bahkan menghadirkan analogi ringan lewat dialog dengan seorang mahasiswa, Felicia, soal pengalaman putus hubungan.
“Kalau putus, cari yang baru,” jawab Felicia spontan, memancing tawa.
Rico kemudian mengaitkannya dengan dunia usaha.
“Kalau usaha gagal, jangan takut mulai yang baru. Jangan dipaksakan kalau memang sudah tidak punya market,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
“Seorang pengusaha tidak pernah takut gagal. Kalau jatuh, bangkit lagi,” tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Rico menambahkan bahwa generasi muda juga harus adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi agar mampu bertahan di tengah perubahan.
Dengan gaya interaktif dan penuh contoh konkret, Rico tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan keberanian dan cara berpikir kreatif kepada mahasiswa untuk mulai melangkah.(rel)






