Karena itu, Bobby meminta masyarakat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pada gudang, rumah kosong, atau tempat yang lama tidak dibersihkan dan berpotensi menjadi sarang tikus.
Menurutnya, proses pembersihan juga perlu dilakukan dengan benar untuk mengurangi risiko penyebaran partikel virus melalui udara.
“Kalau membersihkan tempat yang ada kotoran tikusnya, jangan langsung disapu kering. Sebaiknya disiram dulu agar partikelnya tidak beterbangan di udara, baru dibersihkan,” ujarnya.
Selain edukasi pencegahan, Pemprov Sumut juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan sosialisasi pola hidup bersih dan menjaga sanitasi lingkungan masyarakat.
Bobby menilai langkah menjaga kebersihan menjadi upaya paling efektif untuk menekan potensi penyebaran hantavirus di tengah masyarakat.
“Kalau kebersihan dijaga, saya rasa ini bisa mengurangi potensi penyebaran virus,” pungkasnya.






