Dijelaskan Rico Waas, program ini dibiayai melalui APBD Kota Medan sebagai bentuk kehadiran negara bagi pekerja informal. Dari total 17.851 pekerja informal yang dibantu iurannya, sebanyak 8.779 di antaranya merupakan pengemudi transportasi online di Kota Medan.
“Ini komitmen kami agar para driver keluar rumah mencari rezeki dengan perasaan tenang karena sudah terlindungi,” jelas Rico Waas.
Pada pertemuan tersebut dilakukan juga pencanangan, Gerakan Aman Berkendara. Kepada para pengemudi ojek online, Rico Waas berharap bisa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dengan memastikan penggunaan helm standar, spion lengkap, dan kelayakan kendaraan.
Rico Waas juga membuka ruang komunikasi bagi para driver untuk melaporkan konflik di lapangan, termasuk praktik jukir liar dan intimidasi, agar dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat dan Dishub.
“Kita ingin pemerintah, aparat, dan pengemudi terkoneksi. Kalau ada masalah di lapangan, laporkan. Jangan dibiarkan,” tegasnya.
Melalui sinergi Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, dan komunitas ojol, diharapkan para pengemudi dapat bekerja dengan lebih aman, tenang, dan terlindungi demi keberlangsungan ekonomi keluarga mereka.(rel)






