“Kalau daya beli masyarakat terus menurun, maka perputaran ekonomi juga akan melambat. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.
Wong menilai kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter merupakan konsekuensi dari tingginya harga minyak dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah. Namun demikian, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat menanggung beban tersebut sendirian.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kepanikan di tengah masyarakat.(rel)






