Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Medan : Data Yang Terkumpul, Akan Dijadikan Dasar Penyusunan Kebijakan Pemerintah

oleh

Ketiga, utamakan kualitas bukan kecepatan. Dan Keempat, selalu ingat bahwa angka yang ditulis hari ini akan menjadi penentu kebijakan negara esok hari.

“Saya percaya petugas Sensus Ekonomi 2026 adalah insan-insan terbaik yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan. Tunjukkan bahwa kepercayaan yang diberikan negara dapat dijaga dengan kerja keras, integritas, dan profesionalisme,”tambah Rico Waas.

Menutup arahannya, Rico Waas meminta para pelaku usaha dan masyarakat Kota Medan untuk jujur dan terbuka dalam memberikan informasi kepada petugas. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah dan Forkopimda menjaga keamanan dan kelancaran sensus ini.

​”Petugas yang baik tidak hanya mencatat data, tetapi menjaga amanah bangsa. Karena di balik setiap angka yang dicatat, terdapat keputusan besar yang menentukan masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan Hafsyah Aprillia sensus ekonomi 2026 diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kota Medan. Sebanyak 1.547 petugas telah disiapkan untuk menyukseskan sensus ekonomi tahun ini.

“Jadi kita menurunkan sebanyak 1.547 petugas lapangan. Rinciannya, ada 1.341 petugas lapangan sensus door to door, 177 pengawas lapangan door to door, serta tim khusus untuk usaha besar yang terdiri dari 23 petugas lapangan dan 6 pengawas lapangan,” sebut Hafsyah.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Medan, bilang Hafsyah terbagi dalam dua priode. Pertama untuk usaha skala besar yang dilakukan secara mandiri sejak 1 Mei 2026. Dan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah dilakukan secara door to door, mulai dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh pelaku usaha di Kota Medan untuk menerima petugas dan memberikan jawaban yang benar serta lengkap. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan dan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026,”harapnya.(rel)