APEKSI turut mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui integrasi data perlindungan sosial serta sinkronisasi sistem perizinan nasional dengan tata ruang daerah agar investasi dapat berjalan tanpa menimbulkan konflik di lapangan.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian utama. Menurut Eri, pengelolaan sampah merupakan tantangan besar bagi kota-kota di Indonesia. Karena itu, APEKSI mendukung pengembangan program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) serta berbagai inovasi pengelolaan limbah yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
Di sektor ekonomi, APEKSI mengusulkan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis lebih banyak melibatkan UMKM lokal dan kantin sekolah sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, APEKSI juga mengusulkan penyesuaian kebijakan tata ruang yang mempertimbangkan karakteristik wilayah perkotaan, penguatan kerja sama antar daerah, pendampingan hukum bagi pemerintah kota, hingga pelibatan generasi muda melalui program Youth City Changers (YCC). Menurut Eri, berbagai gagasan dari anak muda diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan dokumen pembangunan jangka menengah maupun jangka panjang di setiap daerah.
Sementara itu, Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang telah mengawal pemberitaan Rakernas XVIII APEKSI sejak hari pertama hingga penutupan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran Pemerintah Kota Medan, pengurus APEKSI, aparat keamanan, relawan, serta seluruh pekerja di sektor transportasi, perhotelan, konsumsi, dan kebersihan yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Rakernas.
Rico Waas berharap seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi Rakernas XVIII APEKSI dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kota-kota di Indonesia.
“Semoga setiap kota membawa pulang pengalaman, inovasi, dan inspirasi yang dapat diterapkan di daerah masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat antarkota, kita dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaulat,” pungkasnya.(rel)






