Meski demikian, menurut Capah, Pemko Medan menyadari masih terdapat sejumlah tantangan teknis dan praktis di lapangan, seperti perbedaan pemahaman dalam penerapan ASB serta perlunya integrasi dan penyempurnaan data antar-organisasi perangkat daerah (OPD). Oleh karena itu, forum FGD ini dinilai sangat krusial sebagai ruang diskusi interaktif.
Melalui forum ini, seluruh peserta diajak untuk berdiskusi secara terbuka, berbagi pengalaman, mengidentifikasi akar permasalahan, hingga merumuskan solusi konkret yang dapat diterapkan bersama secara konsisten.
“FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah,” harap Asisten Ekbang.
Secara khusus kepada para narasumber, salah satunya akademisi dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean, Capah berharap dapat memberikan pemaparan materi yang komprehensif dan sesuai dengan perkembangan regulasi terkini. Dengan demikian, seluruh OPD memiliki pemahaman dan persepsi yang sama mengenai implementasi ASB.
“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” pungkasnya.(rel)






